Untukmu Kader Dakwah

Foto saya
Dakwah berkah karena diusung dengan keikhlasan dan totalitas. Dakwah berkah karena da'inya amanah. Dakwah berkah karena kita bahagia berputar dengannya.

Rabu, 07 Januari 2009

akurasi janji Vs Manajemen Afwan

Akurasi Janji Versus Manajemen Afwan

Umumnya aktivitas kaum tarbawi super padat, semangat dakwah kadang berpacu dengan semangat kuliah, kerja atupun mengejar ma’isyah. Kesibukan tersebut di atas menyebabkan aktivis tarbiyah harus dengan tanpa sungkan-sungkan mengungkapkan, “Afwan Akhi, Afwan Ukhti……” ketika gagal menunaikan amanah atau menuai janji.
Realitas ini memang sudah menjadi hal lumrah dan Common sense dikalangan tarbiyah. Di satu sisi, manajeman Afwan ini menunjukkan betapa santunnya seorang kader terhadap kegagalannya, baik menepati waktu, janji, maupun komitmen dalam sutu kesempatan. Tapi disisi lain kelimat itu sering kali dijadikan perisai atas segalan bentuk kegagalannya dalam menjalankan amanah dari yang kecil sampai yang terbesar.
Muara dari manajemen afwan ini adalah bentuk penurunan kredibilitas bila memang kesalahan atau ketidakmampuan menepati janji itu benar-benar sabagai kesalahan akibat kelalaian. Tapi akan dimaklumi dan menjadi kredibel pernyataan Afwan bila betul-betul penyebabnya adalah force majeur atau kesalahan luar kemampuan. Seperti sakit, meninggal, bencana alam, atau yang lainnya.
Lain halnya dengan kaum tarbawi yang pernah mengalami pengalaman organisasi, biasanya memiliki komitmen yang lebih baik dalam menepti janji atau amanah. Sehingga hasil interaksi manusia-manusia dalam kumpulan organisasi tersebut memberikan kematangan tersendiri bagi yang bersangkutan dalam mengemban amanah.
Mereka yang terbiasa menepati janji biasanya lebih leading baik di tempat dia tinggal, bekerja, atau menempuh pendidikan. Hal ini disebabkan kredibilatasnya terjaga sebagai seorang muslim. Sebaliknya, mereka yang terbiasa mengingkari janji, kredibilitasnya lambat laun akan mengerosi.
Islam sendiri memandang pemenuhan janji dan amanah sebagai kewajiban. Oleh karenanya bagi yang seirng ingkar janji dan tidak amanah dikelompokkan sebagai munafik. Bahkan lebih keras lagi, Islam memandang orang munafik akan ditempatkan di keraknya neraka.
“Sesunguhnya ciri orang munafik itu ada tiga hal; bila berbicara dia berdusta, bila berjanji dia mengingkari, dan bila diamanahi dia berkhianat.” Demikian Rasululloh bersabda. “Sesungguhnya tempat yang layak bagi orang munafik adalah di keraknya neraka,” Begitulah Allah menjanjikan kepada yang munafik.
Pendek kata, jika aktivis tarbiyah benar-benar menjalankan perintah Allah dan Rasul-Nya serta menjauhi larangan-Nya, tidak perlu ada kata afwan dalam hidupnya. Karena kata tersebut status sosialnya sangat rendah, menunjukkan ketidakmampuan memenuhi janji atau manjalankan amanah, baik sengaja atau tidak, baik dengan atau tanpa sebab diluar kekuasaannya.$

Diunduh dari buku “Efek Bola Salju PKS” oleh Djony Edward

Tidak ada komentar:

Posting Komentar