Untukmu Kader Dakwah

Foto saya
Dakwah berkah karena diusung dengan keikhlasan dan totalitas. Dakwah berkah karena da'inya amanah. Dakwah berkah karena kita bahagia berputar dengannya.

Rabu, 07 Januari 2009

refleksi akhi.....,

Assalamualaikum Warrahamatullohi Wabarokatuhu
“Berangkatlah kamu baik dengan rasa ringan maupun dengan rasa berat, dan berjihadlah dengan harta dan jiwamu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu jika kamu mengetahui”. (Q.S. At Taubah : 41)
Segala puji bagi Allah, Robb yang wajib dan berhak disembah. Ditangan-Nyalah terletak segala daya dan upaya. Tidak ada kekuatan selain kekuatan-Nya. Salam dan sholawat kepada pemimpin dan tauladan umat manusia, Nabi Muhammad Saw beserta para keluarga dan sahabatnya yang mulia. Juga kepada orang-orang sholih dan para mujahid yang selalu setia memperjuangkan Risalah-Nya.
Saudaraku,
Bagaimana kabar semangat antum hari ini? Masihkah berkobar seperti dahulu, masihkan menggelora seperti dahulu. Atau mungkin antum hari ini merasa capek dan jenuh dengan aktivitas dakwah yang begitu padat. Atau antum merasa kecewa dengan sudara-saudara seperjuangan antum. Jika memang begitu, maka beristirahatlah sejenak. Refleksi diri dan muhasabah lah diri, mohon petunjuk Alloh azza wa jalla.
Saudaraku,
Bagaimana amalan yaumiyah antum hari ini? Sudah berapa juz antum tilawah, sudahkah antum bersedekah, sudahkah antum berdzikir kepada Alloh, sudahkan antum bersyukur hari ini? Bukankan ini bulan Ramadhan, yang kita yakini sebagai bulan penuh hikmah dan maghfiroh . Sebuah kesia-siaan ketika tidak ada peningkatan dalam beribadah dibanding bulan-bulan sebelumnya.
Saudaraku,
Bagaimana kabar saudara antum hari ini, sudahkan antum menyebut namanya ditengah lantunan do’a antum, atau jangan-jangan antum sibuk dengan aktivitas antum sendiri entah kuliah atau kegiatan apapun itu sehingga lupa kepada saudara antum. Do’a antum hanya untuk antum sendiri, untuk prestasi antum, rezeki antum, atau apalah itu. Sebegitu Egoiskah antum..?
Saudaraku,
Tahukah antum, di belahan bumi yang lain ada saduara kita yang ntah seperti apa nasibnya. Ya di Palestina, bumi tempatnya para Nabi. Tiap detik mereka dihantui teror peluru dan rudal, tiap langkah dihantui kecemasan kalau-kalau tiba-tiba diserang.
Mereka tak tahu bagaimana nasibnya esok hari, mereka tak tahu nasib keluarganya, masih hidupkah atau sudah syahid mendahuluinya. Mereka sudah lama merindukan ketenangan dan kekhusyukan dalam beribadah.
Namun dalam hati mereka tak pernah ada rasa takut,karena takut hanya patut ditambatkan kepada Alloh. Mereka tak takut akan mati ditengah perjuangan, karena itu adalah jalan menuju syurga Allah mereka hanya meyakini bahwa Islam pasti akan tegak dan jaya di muka bumi ini. Karena itu janji Allah. Mereka tahu bahwa umat muslim begitu bayak di bumi ini, tapi dalam hati mereka bertanya. “Kemana umat muslim yang lainnya. Apakah fakta palsu kalau di bumi ada berjuta-juta muslim yang hidup. Apakah mereka lupa kalau ada yang membutuhkan pertolongan disini. Apakah mereka lupa kalau ada saudaranya yang mati-matian mempertahankan palestina dan masjid Al Aqsha yang di incar kaum zionis. Bukankah Al Aqsha adalah milik seluruh umat islam….”
Saudaraku,
Munafik ketika kita mengatakan “umat muslim adalah bersaudara”, tetapi antum tidak pernah memikirkan nasib saudara antum yang disana. Munafik, ketika sampai detik ini antum masih bermalas-malasan untuk berdakwah. Munafik, ketika waktu-waktu antum hanya disibukkan dengan aktivitas dunia belaka.
Saudaraku,
“Dakwah ini tidak mengenal sikap ganda. Ia hanya mengenal satu sikap totalitas. Siapa yang bersedia untuk itu maka ia harus hidup bersama dakwah dan dakwah pun melebur dalam dirinya. Sebaliknya, barang siapa yang lemah dalah memikul beban ini, ia terhalang dari pahala besar mujahid dan tertinggal bersama orang-orang yang duduk. Lalu Allah Swt akan mengganti mereka dengan generasi lain yang lebih baik dan lebih sanggup memikul beban dakwah ini.” (Imam As Syahid Hasan Al Banna)
Semangat saudaraku, apa yang kita lakukan belum ada apa-apanya. Selama nyawa masih ada dalam raga, nafas masih berhembus, jantung mesih memompa darah keseluruh tubuh kita, maka tiada kata istirahat bagi seorang mujahid, kecuali Syurga di jalan Allah.
Dakwah ada karakter dan pribadiku, bukan tanggung jawab yang menjadi beban hidupku
Wassalamualaikum Warrahmatullahi Wabarokatuhu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar